Created by and for everyone who loves education, mathematics, psychology and child development. Event to share, share exchange opinions, and communicate
Wednesday, June 29, 2011
TEORI BELAJAR SKINNER
Monday, June 27, 2011
TEORI BELAJAR BRUNER
TEORI BELAJAR AUSUBEL
Nama teori :
Teori Belajar Bermakna
Definisi:
Ausubel (dalam Dahar, 1988:137) mengemukakan bahwa belajar bermakna adalah suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang.
Penjabaran:
Menurut Ausubel (dalam Dahar, 1988: 134), belajar dapat diklasifikasikan berdasarkan cara menyajikan materi, yaitu: (1) Penerimaan dan (2) Penemuan.
Sedangkan berdasarkan cara siswa menerima pelajaran yaitu: (1) belajar bermakna dan (2) belajar hafalan.
Kedua pengklasifikasian tersebut di atas apabila digambarkan ke dalam skema adalah sebagai berikut:
Prasyarat Belajar Bermakna
Berdasarkan penjabaran di atas, berarti suatu pembelajaran dikatakan bermakna apabila
- Materi yang akan dipelajari bermakna secara potensial. Materi dikatakan bermakna secara potensial apabila materi tersebut memiliki kebermaknaan secara logis dan gagasan yang relevan harus terdapat dalam struktur kognitif siswa.
- Anak yang akan belajar harus bertujuan melaksanakan belajar bermakna sehingga mempunyai kesiapan dan niat dalam belajar bermakna.
Ciri-ciri/ kondisi-kondisi belajar bermakna
Nasution 1982:158 menyimpulkan kondisi-kondisi belajar bermakna sebagai berikut :
- Menjelaskan hubungan atau relevansi bahan-bahan baru dengan bahan-bahan lama.
- Lebih dulu diberikan ide yang paling umum dan kemudian hal-hal yang lebih terperinci
- Menunjukkan persamaan dan perbedaan antara bahan baru dengan bahan lama
- Mengusahakan agar ide yang telah ada dikuasai sepenuhnya sebelum ide yang baru disajikan.
Tiga kebaikan dari belajar bermakna
Ausubel (Dahar ,1989 :141) ada tiga kebaikan dari belajar bermakna yaitu :
- Informasi yang dipelajari secara bermakna dapat lebih lama untuk diingat
- Informasi yang dipelajari secara bermakna memudahkan proses belajar berikutnya untuk materi pelajaran yang mirip
- Informasi yang dipelajari secara bermakna mempermudah belajar hal-hal yang mirip walaupun telah terjadi lupa.
Langkah – langkah menerapkan teori Ausubel dalam mengajar
Dalam bukunya yang berjudul ‘Educational Psychology : A cognitive View’ (1968)
Ausubel mengatakan ‘ faktor yang paling penting mempengaruhi siswa belajar adalah apa yang telah diketahui oleh siswa. Yakinilah ini dan ajarlah dia demikian.
Pernyataan Ausubel tersebutlah yang menjadi inti teori belajarnya. Jadi, agar terjadi belajar bermakna, konsep baru atau informasi baru harus dikaitkan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif siswa.
Untuk menerapkan teori Ausubel dalam mengajar, ada beberapa prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang perlu kita perhatikan, yaitu :
- Pengatur awal
Pengatur awal mengarahkan para siswa ke materi yang akan mereka pelajari, dan menolong mereka untuk mengingat kembali informasi yang berhubungan yang dapat digunakan untuk membantu menanamkan pengetahuan baru. Suatu pengatur awal dapat dianggap sebagai pertolongan mental dan disajikan sebelum materi baru.
- Diferensiasi Progresif
Selama belajar bermakna berlangsung, perlu terjadi pengembangan dan elaborasi konsep. Pengembangan konsep berlangsung paling baik,bila unsur-unsur yang paling umum diperkenalkan terlebih dulu, baru kemudian hal-hal yang lebih khusus dan detail dari konsep tersebut.
- Belajar Superordinat
Belajar superordinat terjadi, bila konsep-konsep yang telah dipelajari sebelumnya dikenal sebagai unsur-unsur dari suatu onsep yang lebih luas, lebih inklusif.
- Penyesuaian integratif
Dalam mengajar, bukan hanya urutan menurut diferensiasi progresif yang diperhatikan, melainkan juga harus diperlihatkan bagaimana konsep-konsep baru dihubungkan pada konsep-konsep superordinat. Kita harus memperlihatkan secara eksplisit bagaimana arti-arti baru dihubungkan dan dipertentangkan dengan arti-arti sebelumnya yang lebih sempit dan bagaimana konsep-konsep yang tingkatnya lebih tinggi sekarang mengambil arti baru.
Contoh dalam pembelajaran Matematika:
Dalam belajar program linier, siswa yang belajar bermakna bisa mengkaitkannya dengan materi menggambar grafik fungsi linear dan menyelesaikan pertidaksamaan linear serta mampu menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan program linier. Dan sebaliknya apabila tidak bermakna, maka siswa tidak bisa mengkaitkannya dengan materi sebelumnya dan tidak mampu mengaplikasikannya.
Saturday, November 20, 2010
BERSAMA ARIEL, LUNA MAYA DAN CUT TARI MENGAJARKAN RELASI DAN FUNGSI
Pada silabus matematika untuk sekolah Menengah Kejuruan Teknik kelas XI semester ganjil terdapat Standart kompetensi Fungsi.
Bercerita pengalaman pribadi pada saat mengajar kompetensi dasar 'membedakan relasi dan fungsi' tepat bebarengan dengan masih hangatnya berita seputar Ariel, Luna Maya dan Cut Tari.
saya manfaatkan momen tersebut untuk memancing minat peserta didik agar tertarik pada pelajaran saya.
Saya menjelaskan kepada peserta didik perbedaan antara relasi dan fungsi beserta contoh-contohnya dengan urutan-urutan sebagai berikut :
1. Memancing pengetahuan siswa tentang reasi
2. Menjelaskan definisi relasi dalam matematika
3. Memberikan contoh dengan menggunakan diagram panah himpunan A yang beranggotakan Luna Maya, Cut Tari, Agnes Monika, BCL, Julia Perez, Dewi Persik, Aura Kasih dan Omas.
(bisa anda bayangkan bukan ?? betapa hebohnya kelas yang full anak laki-laki mendengar nama artis-artis cantik disebutkan, hehehehe..)
Kemudian Himpunan B beranggotakan nama siswa-siswa saya sesuai dengan daftar absen (saya comot 5 saja), (anda juga bisa membayangkan bukan, betapa hebohnya mereka saat nama-namanya saya tuliskan di papan tulis/ media presentasi power point)
Berikutnya saya tarik panah dari artis-artis dari himpunan A ke siswa-siswa anggota himp B. (kelas tambah ramai gelak dan penasaran)
Berikutnya saya tanyakan kepada mereka, hubungan atau relasi apa yang mungkin dari kedua himpunan tersebut??
Para siswa menduga-duga, ada yang menjawab A adalah kekasih B (hehehehe... apa mungkin??)
Saya luruskan menjadi, A adalah artis idola dari B.
4. Berikutnya saya jelaskan tentang domain, kodomain dan range.
5. Berikutnya dengan masih mencomot nama-nama artis perempuan lagi saya menyebutkan anggota Domain, misalnya Luna Maya,Cut Tari, Aura Kasih, BCL, dst
6. Berikutnya saya mencomot nama artis laki-laki untuk anggota kodomain, misalnya Ariel, Asraf, Pasya Ungu.
7. saya menghubungkan domain dan kodomain dengan aturan A adalah kekasih dari B. saya buat tiap anggota A punya pasangan di B dan hanya memiliki 1 pasangan di B
8. Dari situ saya jelaskan perbedaan antara Relasi dan fungsi dengan menggunakan jembatan keledai.
Ciri-ciri fungsi adalah :
- tidak ada anggota Domain yang menjomblo
- tidak ada anggota domain yang selingkuh
- perkara ada anggota kodomain yang menjomblo ataupun selingkuh, itu tidak masalah.
Ternyata berteman dengan Luna Maya, Ariel dan cut Tari pada pembelajaran Relasi dan fungsi ini terbukti efektif melekatkan konsep pada peserta didik saya.
Bagaimana ide pembelajaran saya ini menurut anda???
Akan saya sertakan RPP dan Power point yang bisa anda download. Silahkan mencoba.
Wednesday, October 6, 2010
MENGAJARKAN ANAK TK PENJUMLAHAN DI ATAS 10
suatu hari saat anak saya si Azzam pulang dari sekolah (dia masih duduk di bangku TK) saya mendapati pada buku tulis yang ia bawa pulang bahwa dia mendapatkan Pr alias pekerjaan rumah. Yang tidak habis pikir, dia sudah mendapatkan PR penjumlahan susun. Kemudian berikutnya pengurangan susun dan juga penjumlahan dengan hasil di atas 10.Saya sedikit heran, karena dewasa ini anak-anak dituntut mempelajari hal-hal yang dulu harusnya dipelajari oleh anak-anak pada umur di atasnya.
Saat anak saya sudah paham konsep penjumlahan dengan metode RME(baca tulisan sebelumnya, sekarang giliran saya harus bisa membuatnya menjumlah tanpa piranti apapun.
Kenapa begitu?? Karena semakin lama, dia dituntut untuk bisa berpikir semakin abstrak.
Metode yang saya terapkan sederhana saja.
Misalkan saya suruh jumlahkan
7 + 5
Maka saya ajarkan pada anak saya, caranya adalah '7 di mulud.... 5 di jari' (sambil santai/ relaks saya menghitung jari tangan saya mulai 8, jadinya 8, 9, 10, 11, 12
Jadi jawabannya adalah 12.
Misalkan saya suruh jumlahkan 8 + 9
Berarti '8 di mulud.... 9 di jari, 9,10,11,12,13,14,15,16,17, jadi hasilnya adalah 17.
Mungkin kelihatannya sederhana saja, tapi sebenarnya bagi saya sangat bermanfaat. coba saja kita bayangkan, bagaimana kalau disuruh menjumlah, anak kita terus menerus membutuhkan kelereng (misalnya) sebagai alat bantu?? gak lucu banget kan??
Tapi metode ini kita gunakan dengan catatan anak kita telah hafal di luar kepala urutan dari bilangan di atas 10.
Bagaimana dengan penjumlahan yang melibatkan angka di atas 10??
Ternyata anak saya sudah bisa menalar bahwa
'12 di tambah 5 = 17'
'25 di tambah 4 = 29'
'81 di tambah 3 = 84'
dan seterusnya
Subhanallah....
Bagaimana dengan buah hati anda??
Sunday, March 28, 2010
TIPS MENGAJARKAN KONSEP PENGURANGAN, PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PADA BALITA (Merupakan Aplikasi RME)

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi saya saat mengasuh buah hati tercinta.
Ternyata mengajarkan konsep pengurangan pada balita itu lebih sulit daripada mengajarkan konsep penjumlahan. Sama halnya dengan mengajarkan konsep pembagian, itu lebih sulit daripada perkalian. Dan jelasnya, pengurangan, perkalian serta pembagian memang sedikit lebih sulit diterima anak daripada penjumlahan
Pada konsep penjumlahan, anak cukup mudah menerima hanya dengan alat bantu jari saja. Sedangkan pada pengurangan, rupanya kita membutuhkan alat bantu yang lain. Mengapa kita memerlukan alat bantu?? karena memang tahap perkembangan anak yang belum mampu berpikir abstrak, jadi dia akan lebih mudah menerima saat bersentuhan langsung dengan persoalan-persoalan nyata. (RME : Realistic Matematich Education, baca tulisan saya terdahulu)
Prinsip alat bantu di sini adalah benda-benda di sekitar kita, terutama yang disukai anak. Khusus untuk anak saya adalah "kelereng", karena kebetulan dia suka main kelereng dan mengkoleksi kelereng dalam jumlah cukup untuk ukuran balita. Mengapa kita pilih mainan yang disukai anak?? Tentu saja, karena balita masih dalam masa-masa bermain. Biarkan dia bermain, sambil kita sisipi konsep yang kita inginkan. Jangan sampai dunia bermainnya terganggu karena obsesi orang tua.
KONSEP PENGURANGAN
Taruh seluruh kelereng dalam wadah terbuka (sehingga mudah mengambilnya), misalkan mangkok atau baki atau kardus bekas susu. Sediakan satu tempat lagi yang kosong.
Tulis soal di papan tulis dari yang termudah, misalnya:
5 - 1 = .....
5 - 2 = .....
5 - 3 = .....
5 - 4 = .....
5 - 5 = .....
5 - 0 = .....
Kemudian, suruh anak mengambil 5 kelereng dari tempat pertama untuk diletakkan pada tempat kedua. Setelah itu, silahkan anda mencontohkannya dengan mengambil 1 dari 5
kelereng tersebut sambil mengatakan 5 dikurangi 1. Suruh anak menghitung sisanya. Jelaskan bahwa jumlah sisa tersebut adalah hasilnya. Kemudian kita bimbing anak kita menuliskan jawabannya pada titik-titik soal.
Setelah siswa memahami 6 soal tersebut, tingkatkan pada soal yang lebih sulit dan angka yang lebih besar.
Saran saya: gunakan alat bantu benda yang berukuran, berbentuk dan berwarna sama. Karena, konsentrasi anak-anak mudah sekali terpecah dengan bentuk, ukuran dan warna berbeda. Contohnya saja anak saya, pada saat disuruh mengambil sepuluh kelereng (untuk pengurangan dari 10), dia mengaduk-ngaduk tempat yang pertama karena memilih kelereng yang warnanya paling dia sukai. Demikian juga pada saat dia mengurangi kelereng yang telah dia ambil, dia juga memilih-milih dulu yang mau dia ambil. Hal ini mungkin tidak akan terjadi seandainya warna kelereng tersebut sama.
(BERSAMBUNG)
Selamat mencoba....semoga tulisan ini bermanfaat untuk orang tua yang memiliki balita dan ingin mengajarkan matematika sejak dini.
Thursday, March 25, 2010
MEMANCING MOTIVASI SISWA
Salah satu pekerjaan berat seorang guru adalah untuk memancing motivasi siswa agar tertarik mengikuti pelajaran yang akan kita sampaikan. Dan setelah siswa terpancing untuk tertarik, guru juga harus mampu mempertahankan motivasi siswa agar tetap terjaga.Matematika adalah salah satu pelajaran yang akan sangat membosankan apabila guru sebagai si pembuat skenario pembelajaran adalah sosok yang kurang dinamis dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.
Dari pengalaman mengajar saya selama ini, saya menemukan satu cara memotivasi yang efektif untuk beberapa standart kompetensi. Antara lain "Program Linier, Sistem Persamaan Linier serta barisan dan deret" (untuk RPP Barisan dan Deret, bisa anda unduh di shared documen saya)
Biasanya, saat mengajarkan ketiga materi tersebut, saya mulai di awal pelajaran dengan mengajukan soal dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan topik. Saya ambil contoh, misalkan untuk topik Program Linier.
Permasalahan :
Seorang pengusaha batik gajah Oling (batik khas Banyuwangi) akan memproduksi 2 jenis batik. Untuk memproduksi 1 batik tulis jenis pertama, dia membutuhkan pewarna merah 1 botol dan pewarna kuning 1/2 botol. Sedangkan untuk memproduksi 1 batik tulis jenis kedua dia membutuhkan pewarna merah 1/3 botol dan pewarna kuning 1 botol. Persediaan pewarna merah yang dimilikinya adalah 20 botol, sedangkan pewarna kuning 21 botol. Kira-kira ada berapa lembar kain batik yang bisa dihasilkan? (hasil terbanyak yang masih mungkin)
Suruhlah siswa untuk mengerjakan soal tersebut tanpa kita ajarkan terlebih dahulu materi program linier. Biarkan mereka memikirkan jawabannya dengan cara mereka sendiri. Pastikan bahwa mereka sangat ingin tahu jawabannya. (ini juga merupakan salah satu aplikasi dari RME/ Realistic Matematich Education).
Setelah kira-kira 10 atau 15 menit, rasa penasaran mereka memuncak (baik itu ketemu maupun tidak ketemu jawabannya), jelaskan kepada siswa anda bahwa topik program linier akan membantu kita memecahkan masalah tersebut dengan mudah. Bahkan masih banyak lagi permasalahan serupa dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kita pecahkan dengan mudah apabila kita telah mempelajari materi program linier.
Berdasarkan pengalaman saya saat mengajar, memotivasi siswa dengan cara ini sangat efektif untuk membuat mereka bersemangat mempelajari program linier. Selebihnya, untuk mempertahankan semangat tersebut adalah pinter-pinternya guru sebagai dalang pembelajaran untuk menghidupkan suasana sampai pelajaran berakhir.
Demikian tadi, semoga bermanfaat.
Catatan: saya membaca hal yang mirip dengan tulisan ini pada blog IDE PEMBELAJARAN MATEMATIKA, akan tetapi tulisan ini benar-benar merupakan pengalaman pribadi saya.
Wednesday, September 16, 2009
CARA MENYENANGKAN BELAJAR MATEMATIKA Untuk anak TK dan SD
Karena: Maen PS lebih menyenangkan daripada belajar Matematika.
Jadi kalau begitu kata kunci untuk membuat seseorang menyukai suatu aktivitas/pekerjaan adalah MENYENANGKAN.
Semakin menyenangkan suatu aktivitas, maka semakin betahlah orang termasuk anak-anak kita untuk melakukannya secara terus menerus dan kontinu.
Nah, sekarang masalahnya adalah bagaimana membuat anak-anak kita merasa bahwa belajar Matematika adalah sesuatu yang MENYENANGKAN??
1. Bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain
Eitzzz…!! Jangan salah sangka dulu. Ini bukan berarti belajarnya tidak serius lho…
Masa anak-anak adalah masa untuk bermain. Saat mereka bermain, perasaan dan pikiran mereka relax dan gembira. Ery soekresno dalam bukunya yang berjudul 27 cara menangani emosi anak mengatakan “ perlu dipahami bahwa emosi positif seperti gembira, bahagia dan senang dapat memainkan peranan penting dalam peningkatan pembelajaran”, tentu saja termasuk pembelajaran Matematika di dalamnya.
Berikut adalah contoh aplikasi sederhana bejar matematika sambil bermain.
Pada saat saya mengajarkan konsep penjumlahan, saya belikan dia ular tangga dengan dua dadu. Dari situ, sambil bermain saya tanamkan konsep penjumlahan.
Kami menyanyikan bersama-sama lagu satu ditambah satu sehingga dengan mudah dia menghapal.
2. PMR (Pembelajaran Matematika berbazis Realistis)
Atau di luar sana biasa disebut RME (Realitic Matematich Education)
Selama ini anak-anak merasa males dan bosan belajar Matematika karena selalu berkutat dengan angka-angka yang abstrak dan membosankan tanpa tahu kegunaannya untuk apa.
Nah, PMR ini adalah suatu metode untuk mempelajari Matematika dengan cara langsung mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak lebih mudah menerima suatu konsep. Hal tersebut sesuai dengan taraf perkembangan kognitif anak yang lebih mudah menangkap sesuatu yang nyata terlebih dahulu daripada yang abstrak.
Contoh aplikasi sederhana:
Pada saat saya menanamkan konsep jumlah pada anak saya yang waktu itu masih PAUD, saya ajak dia menghitung jumlah permen yang dia beli, saya ajak menghitung jumlah Pot bunga di kebun, saya ajak menghitung jumlah sepeda motor yang parker di depan toko. (Saya, melakukannya harus dengan santai, tanpa unsure paksaan dan bisa dibilang sambil bermain-main)
Saat mengajarkan dalil phytagoras, kita bisa mengajak anak ke lapangan kecil sambil membawa meteran. Misalkan lapangan tersebut saya gambar
D C
A B
Kita ajak anak berjalan dari A ke C melalui B, kemudian kita ajak berjalan langsung dari C ke A. Kita tanyakan lintasan yang telah dilaui tadi berbentuk apa? Kalau anak sudah tahu kita lanjutkan, ajak anak menghitung panjang AB, kemudian panjang BC. Dengan rumus Phytagoras, kita hitung panjang AC. Kemudian hasilnya kita bnadingkan dengan hasil pengukuran langsung. Kita jelaskan, kalau ada selisih hasil pengukuran itu karena ketidak telitian di lapangan. Kita bisa lanjutkan dengan contoh lain misalkan tongkat yang disandarkan di tembok dengan miring. Dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.
Sekarang tinggal pintar-pintarnya ortu dan guru untuk memotivasi dan membuat proses pembelajaran yang menyenangkan. Semoga bisa bermanfaat dan dapat diaplikasikan. ^_^